Kamis, 17 September 2009

Hari Pertama Rayi di Sekolah

Ini adalah cerpen karangan saya (atau fanfic ya?). Oke, nikmati aja lah...


Bagian: 1


Pengarang: corat_coret

Tokoh-tokoh: Rayi (aku), Edward (kakaknya Rayi)

Pasangan : gak ada kali ya... tapi nanti ada (siap-siap digorok)

Genre: Crossover (enggak juga, sih)


(hampir) semua karakter di sini bukan milik saya, mereka semua adalah dari *beep.


“Kak Edwaaard!!!” panggilku.

“Ya, Tuhan! Siapa itu?” kakakku berteriak kaget. Lalu kutepuk dari belakang pundaknya. Dia menoleh ke belakang. Laptopnya hampir jatuh dari pangkuan. Untunglah aku yang bertubuh kecil, dengan gesit menangkap laptop tersebut.

“Ini laptopnya, Kak”

“Makasih, Rayi. Aaaahhh! Rayi? Kamu ngagetin Kakak aja!” katanya sambil meremas-remas rambutku yang ikal.

“Kak, rambutku jadi berantakan tahu!”

“Maaf, deh…ada apa Rayi?”

“Aku mau ke sekolah dulu, Kak. Kan, ini hari pertama aku sekolah,Kak!” kataku. Aku memang masuk sekolah baru sejak kami pindah rumah.

“Semoga beruntung ya…semoga kamu dapat teman baru!” kata kakakku.

“Oh iya, Kak…jadi makan di restoran minggu ini? Soalnya nanti kalau aku dapat teman, aku ajakin juga…” kataku ceria.

“Boleh juga…”

Lalu aku berjalan ke pintu depan, melambaikan tangan, dan kakakku balas melambai.

Padahal aku adalah anak yang selalu mendapat sial, anak yang paling ujung-ujungnya di-bullying oleh senior. Kakakku pasti tidak ada habisnya memikirkan nasibku di sekolah. Apakah anak sepertiku akan mendapatkan teman…ya?

***

Aku berjalan menuju gerbang sekolah. Gerbangnya besar sekali, tidak seperti sekolahku yang lama. Aku melihat seragam yang kupakai sekarang, lebih bagus. Aku memakai baju lengan panjang putih, dasi hitam, rompi marun, dan celana kotak-kotak berwarna abu-abu kehitaman.

Tapi aku melihat kebanyakan anak di sekolah ini memakai baju putih dengan luaran yang berbeda, ada yang memakai rompi, ada yang memakai jaket dan ada pula yang memakai jas. Aku segera masuk ke gerbang sekolah.

Aku bingung…aku masuk kelas berapa ya? Ya, jelaslah aku anak kelas tujuh. Tapi tujuh yang mana? 7A atau 7B? Tiba-tiba seorang anak perempuan menegurku.

“Hai, anak baru! Kita sekelas lo…” kata anak perempuan berbando dan berambut pendek.

“Sekelas? Elo kelas tujuh juga? Tujuh apa?” tanyaku.

“7A! Kita sekelas! Omong-omong nama lo siapa?” kata anak itu.

“Nama gue Rayi,nama lo siapa?”

“Gue Lila…salam kenal Rayi! Masuk aja ke kelas!”

“Kelas? Gue kan anak baru, jadi gak tahu 7A di mana.”

“Biar gue anterin elo…”

“Makasih Lila elo baik banget deh…”

Lalu kami masuk kelas 7A. Ternyata ada banyak anak 7A yang menunggu.

“Hey! Jadi elo si anak baru itu!” kata seorang anak laki-laki dengan tampang jutek.

“I…i..iya… aku anak baru di sini…” kataku terbata-bata.

“Perlu kita ploncoin nih anak…” kata anak itu lagi.

“Udahlah, Ozzie. Kasihan tahu!” kata seorang anak laki-laki berkulit gelap.

“Iya, tuh kasihan…” sambung seorang anak perempuan berkerudung.

“Fransisko! Rachma! Terserah gue dong!”

Baru pertama kali aku masuk sekolah ini dan aku langsung diperlakukan secara tidak baik seperti itu. Aku jadi gak ada semangat buat belajar di sekolah, rasanya ingin bunuh diri gara-gara gak punya teman di hari pertama. Cuma Lila saja yang bisa kujadikan teman.

Padahal aku sudah memasang kepercayaan diriku. Eh, hanya satu orang yang mau berbicara denganku, aku duduk sendirian hari ini…sedihnya!


****

Pada saat istirahat, aku malah dikenalkan dengan anak-anak 7B dan anak-anak kelas delapan. Kelas delapan?


Seorang anak laki-laki yang berambut pendek lurus, dia memakai pakaian yang sama denganku yaitu baju kemeja dan rompi, hanya saja rompi yang ia pakai warnanya coklat muda, kayaknya anak kelas delapan. Saat aku dan Lila sedang berjalan menuju anak itu, kita berdua langsung ditanya.

"Eh, di kelas tujuh ada anak baru juga, Lil?" tanya anak itu.

"Ada, nih anaknya Kak Tino..."kata Lila.

"Mana,dek?" tanya kakak kelas itu.

"Di sebelah aku, ini anaknya...namanya Rayi." kata Lila memperkenalkan diriku.

"Iya, aku Rayi...nama Kakak siapa?" tanyaku.

"Nama Kakak Tino...mau dikenalkan sama kakak kelas yang lain? Di kelas 8A ada anak baru juga,lho..."

"Wah! Siapa, Kak Tino? Laki-laki atau perempuan?" tanyaku.

"Anak perempuan..." kata Kak Tino, sambil tersenyum.

"Siapa namanya?" tanya Lila.

"Namanya Stella. Anaknya lagi ke kantin, maen sama si Bella"

"Bella yang mana, Kak?" tanyaku.

"Pacarnya si Denny..." kata Kak Tino.

"Yang mana, sih Lil?" tanyaku pada Lila.

"Udahlah, entar lo juga tahu..."

...bersambung


Tidak ada komentar: